Kamis, 17 Agustus 2017

setiap orang pasti butuh perhatian bukan?

ya, begitupun aku.

namun, ada yang berbeda disini.

aku merasa aku benar-benar butuh perhatian setiap detik dari banyak orang terutama orang terdekat.

aku haus akan perhatian.

bilang aku caper.

ya, aku caper alias orang yang suka cari perhatiaan.

lama kelamaan, aku semakin berlebihan. aku benar-benar ingin semua orang perhatian padaku entah bagaimana pun caranya.

aku suka cari perhatian pada keluargaku, namun caranya berlebihan kurasa.

aku sadar aku berlebihan, tapi saat aku melakukannya aku tidak akan peduli. aku akan sadar saat setelah melakukan sesuatu.

aku tidak segan untuk membuat diriku sakit atau terluka demi sebuah perhatian sepele.

beberapa kali aku menyakiti diriku sendiri, demi perhatian orang terdekat.

tidak segan aku membuat lelah diriku sendiri demi penyakit. agar keluarga semakin perhatian bagiku.

semuanya dimulai dari aku duduk dibangku SMP mungkin, awalnya aku mengira aku memang caper atau lebay.

namun semakin lama, kegiatan caperku semakin berlanjut sampai aku tega ngelukain diriku sendiri.

percayalah, aku rela menyayat tubuhku sendiri dengan pisau demi perhatian orang. aku memang sakit, tapi lebih sakit bila orang tidak melihat kearahku.

apakah caperku ini harus diobati? bagaimana cara menghentikannya?

aku bahkan tidak bisa mengontrolnya sendiri seolah-olah caperku sudah memakan hati dan otakku.

aku lelah. 

aku bisa menangis dua detik, demi perhatian orang.

bisa bertindak konyol demi orang.

seperti itulah.

emosiku tidak stabil.

aku mudah jenuh pada apapun. sedetik lalu aku bilang aku menyukai barang itu dan harus memilikinya, sepuluh menit kemudian setelah aku memilikinya aku hanya akan membuatnya menjadi sampah.

cutter selalu ada disampingku, barangkali aku membutuhkannya.

bagaimana cara menghentikan tindakanku ini?

sangat menjijikan bila aku harus cari perhatian terus-terusan, tapi sudah kubilang aku tidak bisa mengendalikannya.

tolong aku.

save me.